Teknik Hacking : Social Engineering

Salah satu ancaman ketika kita menggunakan komputer dalam jaringan adalah potensi serangan hacker. Mungkin yang kita tahu sejauh ini hacker itu adalah upaya pencurian atau penyadapan dengan menggunakan teknik-teknik komputer, seperti dengan coding atau dengan alat khusus lainnya. Nah, tahukah kamu ternyata serangan hacker juga bisa terjadi bahkan tanpa menggunakan komputer sekalipun? kali ini kita akan membahas sekilas tentang Social Engineering dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Social Engineering

Kalau dilihat dari susunan katanya, social engineering itu terdiri dari dua kata yaitu social dan engineering. Social itu berarti interaksi hubungan antar manusia, dan engineering adalah teknik rekayasa yang akan menghasilkan sesuatu. Sepintas seperti tidak ada yang salah dalam pengertian ini, akan tetapi bagi seseorang yang berniat buruk, social engineering menjadi sebuah cara untuk meretas atau mencuri data.

Salah satu perusahaan pengembang keamanan sistem komputer, Kaspersky mengatakan jika social engineering adalah adalah sebuah teknik manipulasi yang memanfaatkan kesalahan manusia untuk mendapatkan akses pada informasi pribadi atau data-data berharga. Teknik manipulasi ini bisa melalui pendekatan psikologis (ketertarikan, ancaman, takut, senang, harapan, kepercayaan dan yang lainnya) yang sebagian diantaranya dengan perpaduan keterampilan teknik komputer.

Serangan rekayasa manipulasi ini bisa terjadi melalui komputer ataupun terjadi pada interaksi di kehidupan nyata. Oleh karena itu, pencegahannya tidak cukup hanya dengan memasang antivirus, atau berhati-hati dengan link mencurigakan saja. Pencegahan paling efektif adalah dengan memahami cara mengamankan berbagai data penting yang kita miliki.

Cara Pencegahan

Senantiasa berhati-hati dengan orang-orang yang disekitar kita.

Apalagi dengan orang asing yang tiba-tiba menghubungi dan melakukan pendekatan yang mencurigakan. Beberapa praktek social engineering akan membangun komunikasi intens yang pada akhirnya kita akan menaruh kepercayaan, dan target akhirnya tentu melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku.

Perhatikan keamanan data-data kita

Foto KTP adalah salah satu benda yang berharga saat ini. Jangan sembarangan membagikan foto KTP karena rawan untuk disalah gunakan. Bagaimana kita tahu, hanya dengan foto KTP saja, seseorang bisa mengatasnamakan kita untuk melakukan pinjaman online misalnya.

Selain KTP perhatikan data-data lain yang sifatnya rahasia, seperti password, PIN dan kode verifikasi. Tips yang lainnya adalah usahakan ketika membuat password, dan PIN jangan menggunakan rangkaian kode yang diambil dari data pribadi, seperti tanggal lahir misalnya.

Baca Juga : Tips membuat password yang benar

Senantiasa bersikap baik dan ramah

Terkadang ada beberapa motif perilaku social engineering yang di dasari oleh rasa benci atau marah. Sehingga tujuan peretasannya adalah untuk mempermalukan kita di depan publik.

Maka perhatikan sikap kita selama berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada salahnya jika sebelum memberi komentar kita periksa terlebih dahulu, apakah komentar kita sudah baik atau belum. Perhatikan juga apakah ada kata-kata kita yang berpotensi menyakiti hati orang lain.

Batasi interaksi dan penggunaan komputer

Batasi penggunaan komputer untuk hal-hal yang benar-benar produktif saja. Hindari keingin tahuan terhadap hal-hal yang sebenarnya kurang baik, seperti iseng masuk ke deep web misalnya, atau situs-situs lain yang terlarang seperti perjudian dan pornografi.

Sederhananya semakin kita batasi interaksi dan penggunaan komputer hanya di lingkungan yang baik-baik saja, maka kita pun akan bertemu hanya dengan orang yang baik-baik saja.

Demikian sekilas tentang social engineering, tetap berhati-hati dan semoga bermanfaat.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *