Gadget dan komputer menjadi dua hal indikator berkembang pesatnya kecanggihan teknologi. Kita menyaksikan bagaimana dua perangkat ini mengubah kondisi sosial, lingkungan dan interaksi masyarakat. Tidak sedikit yang pada akhirnya terjebak dengan penggunaan berlebihan dan negatif. Society 5.0 menjadi solusi yang dari dampak kecanggihan teknologi tersebut.

Latar Belakang Society 5.0

Jerman menjadi saksi lahirnya sebuah konsep kehidupan dan teknologi masa depan. Pada acara Hannover Fair pada tahun 2011, Revolusi Industri 4.0 digadang-gadang menjadi terobosan terkini dari sistem produksi industri. Dengan mengandalkan komputerisasi di tingkat produksi, maka akan menjadikan sistem industri berjalan lebih efisien, murah dan tentu saja canggih. Namun masalahnya berbagai perubahan dan kecanggihan teknologi ini tidak menutup pada kemungkinan lahirnya berbagai dampak negatif.

Melihat potensi itu, perdana menteri Jepang, Shinzo Abe pada tahun 2015, lantas menggagas sebuah konsep bernama Society 5.0 atau masyarakat 5.0. Gagasan ini adalah sebuah solusi dari hadirnya berbagai kecanggihan-kecanggihan teknologi di masa depan. Jika manusia dan masyarakat tidak siap dan tidak cukup dewasa menghadapi kecanggihan teknologi, menjadi kekhawatiran jika berbagai dampak negatif tersebut kemudian menjadi bencana.

Hal ini senada sebagaimana dikutip dari laman timesindonesia.co.id,

“Masyarakat 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.”

Baca Juga : Timesindonesia.co.id : Mengenal Society 5.0

Dengan kata lain, dengan kehadiran konsep society 5.0, harapannya masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir dengan berbagai kecanggihan teknologi yang akan menghapus sebagian besar pekerjaan mereka. Teknologi dengan berbagai kecanggihannya akan berkembang beriringan dengan masyarakat cerdas yang memiliki karakter positif di dalamnya.

Seperti apa kehidupan pada Society 5.0 ini ?

Artificial Intelligence menjadi kunci dari perkembangan society 5.0 ini. Bagaimana masyarakat kemudian bekerja dan beraktifitas dengan cloud computing, sehingga berbagai data ini akan secara otomatis terolah menjadi informasi yang bermanfaat. Untuk menunjang berbagai aktifitas pengolahan data tersebut maka teknologi penting berikutnya adalah Internet of Thing, Knowledge Management, dan Smart Web.

Berbagai kecanggihan teknologi itu akan menghadirkan sebuah masyarakat yang bekerja dan beraktifitas dengan efisien. Interaksi dan keterbukaan informasi akan mengikis perbedaan dan lapisan yang selaman ini menjadi permasalah di masyarakat. Aktifitas masyarakat pun menjadi lebih produktif namun tetap dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Gagasan ini lahir pada tahun 2015, kemudian resmi menjadi program pemerintah Jepang pada tahun 2019. Dengan konsep dan harapan yang sama Indonesia pun melalui mata pelajaran Informatika mulai memperkenalkan konsep society 5.0 pada generasi muda.

Demikian informasi tentang Society 5.0 sebagai bagian dari materi kolaborasi masyarakat digital dan perkembangan komputer. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Kolaborasi masyarakat digital, pengertian dan konsepnya

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.