Sistem keamanan dua lapis

Salah satu hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum kita beraktifitas di dunia internet adalah keamanan data. Pencurian data bisa terjadi melalui salah satu akun media sosial yang kita miliki. Oleh karena itu, para pengembang media sosial mulai menerapkan sebuah sistem keamanan yang mumpuni. Salah satu diantaranya adalah sistem keamanan 2 lapis atau two factor authentication.

Pengertian Sistem Keamanan dua lapis

Sederhananya, sistem keamanan itu seperti pintu atau pagar. Untuk memaksimalkan sistem keamanan, kedua perangkat ini semestinya ada di rumah kita dan harus berfungsi dengan baik. Nah keberadaan pintu dan pagar ini adalah 2 lapis keamanan yang menjaga rumah kita dari serangan peretas (hacker) dari upaya pencurian data-data kita.

Begitu pun pada sistem keamanan dua lapis ini, setidaknya kita harus memiliki dua lapis kunci yang akan menjaga data-data yang kita miliki. Dikutip dari google, pada laman Melindungi akun dengan 2 verifikasi langkah, menyebutkan setidaknya ada dua hal yang harus kita miliki untuk mengamankan akun kita, yaitu

  1. Sesuatu yang kita ketahui (password)

2. Sesuatu yang kita miliki (Smartphone)

Dengan keberadaan dua hal di atas, sistem akan mempercayai bahwa kita benar-benar pemilik dari akun tersebut. Sebaliknya, siapapun yang berupaya masuk dan tidak bisa membuktikan keberadaan dua hal di atas, maka dia akan dianggap sebagai peretas.

Baca juga : Cara pembuatan akun google

Cara Kerja

Maka dalam beberapa kesempatan, saya selalu menekankan bahwa penting bagi kita untuk memiliki nomor seluler atau email yang senantiasa terawat dan aktif. Hal ini sebagai modal awal untuk menjaga keamanan setiap data yang kita miliki di internet. Dengan nomor seluler dan email ini kita bisa meyakinkan sistem bahwa kita adalah benar-benar pemilik akun tersebut.

Hal ini berkaitan dengan cara kerja sistem keamanan dua lapis ini yang mengharuskan adanya salah satu dari dua sarana verifikasi akun. Secara umum, cara kerja two factor authentication ini adalah,

  1. Jika ada yang berusaha login, maka sistem akan meminta password sebagai bukti awal kita pemilik akun tersebut.
  2. Akan tetapi, jika ternyata sistem curiga dengan aktifitas tersebut, maka sistem akan mengirimkan permintaan izin pada pemilik akun sebenarnya. Permintaan izin ini melalui nomor seluler, atau email.

Jaminan Keamanan

Perlu kita perhatikan, bahwa ini hanyalah sebuah upaya dari sistem untuk menjaga data dan akun yang kita miliki dari serangan pencurian. Tentu dengan menerapkannya maka kita memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan sisem keamanan satu lapis (hanya password saja). Akan tetapi hal ini belum tentu sepenuhnya menjamin keamanan dari aktifitas kita di internet.

Untuk memaksimalkan fungsi keamanan ini, kita harus senantiasa disiplin dan berhati-hati dengan segala aktifitas di internet. Berikut beberapa tips keamanan,

  1. Hindari mengakses link-link yang tidak aman dan mencurigakan.
  2. Rawat dan jaga kesehatan nomor seluler, email dan perangkat yang kita miliki.
  3. Periksa notifikasi keamanan di pesan masuk, baik di email maupun di pesan (SMS)
  4. Bila perlu, rubah password secara berkala
  5. Terakhir, jangan pernah berbuat yang negatif yang bisa menyinggung, menyakiti, dan mengundang orang lain untuk berbuat jahat pada kita

Demikian materi tentang sistem keamanan dua lapis ini, semoga bermanfaat.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *