Kalau kita ingat-ingat lagi, kapan sih sebenarnya pertama kali kita menulis ? yang kita ingat pasti mungkin adalah karya ilmiah pertama, cerpen pertama, puisi pertama, atau mungkin masih merasa belum pernah menulis ? hehe.. baik, sebenarnya aktifitas kita menulis dimulai sejak kita latihan menulis itu sendiri. Sejak SD atau mungkin sejak TK. Makanya menulis tidak bisa kita anggap sekedar hobi, atau pekerjaan. Menulis adalah kebutuhan.

Berbicara tentang aktifitas manusia dan menulis, kita melihat bahwa aktifitas menulis adalah bagian yang tak terpisahkan dari peradaban. Kita tahu bahwa pengertian sejarah adalah sebuah masa waktu yang dimulai dan dibuktikan sejak aktifitas menulis pertama kali dilakukan. Sederhananya, sejarah adalah masa yang bisa dibuktikan dengan tulisan, sementara pra-sejarah adalah masa dimana belum ada bukti berupa tulisan.

Menulis, kebutuhan manusia atas eksistensinya

Dengan kata lain, bukti manusia eksisten dan dianggap keberadaannya adalah melalui tulisan. Maka ekstrimnya, tanpa tulisan, mungkin kita akan dianggap tidak ada dan mungkin tidak pernah ada.

Begitupun dengan kisah-kisah kita selama hidup, mungkin banyak diantaranya adalah yang menyenangkan, berkesan dan momen yang menentukan. Tentu kita pada satu waktu ingin menceritakan kembali berbagai kisah itu pada anak-anak kita, keluarga, kerabat atau rekan-rekan kita. Jika usia kita masih ada, mungkin kita masih bisa sekedar bercerita dengan lisan, memperdengarkan berbagai perjalanan dan hikmah yang kita bisa ambil. Namun sayang, usia dibatasi waktu. Maka, disamping dengan bercerita, maka kita bisa pula mengumpulkan setiap bulir-bulir kisah, setiap halaman perjalanan, setiap perasaan, kitu tuliskan untuk mengabadikannya.

sumber : pixabay

Februari 2021, Pak Wijaya Kusuma, seorang yang bagi saya motivator dan inspirator merilis sebuah tantangan. Menulis selama 1 bulan penuh di bulan februari dalam sebuah lomba bertajuk, Lomba BLOG PGRI. Ini adalah tantangan dan kesempatan bagi saya untuk kembali melatih dan membiasakan diri dalam aktifitas menulis. Terlebih di usia menjelang 30 tahun ini, kenangan-kenangan di kperamukaan mulai membias dan perlahan menghilang. Maka sebagai salah satu bentuk cara penghargaan, rasa terima kasih dan penyambung kenangan, saya memutuskan untuk menjawab tantangan om jay dengan serial tulisan bertajuk “Kisah Memoar Pramuka“.

Hal lainnya ini adalah momentum, dimana awal januari ini saya beserta dengan guru-guru yang lain ditugaskan oleh sekolah untuk menyususn buku ajar masing-masing yang sesuai dengan khas dan karakter sekolah. kemudian menjadi momentum juga untuk mengaktifkan kembali blog, yang sempat mati suri dan sekedar menjadi perantara Pembelajaran Jarak jauh. Dan sekali lagi, ini bukan tentang hobi ataupun pekerjaan, ini adalah suatu kebutuhan.

Maka akhir tahun ajaran ini saya menargetkan untuk menerbitkan 2 judul buku perdana. Mudah-mudahan semua dimudahkan oleh Allah, dan menjadi amal jariyah dihadapanNya.

2 Comments

Rey
Maret 7, 2021

Tulisannya keren gan, jadi ngerti Sekarang

Reply
    kanghadad
    Maret 8, 2021

    Terima kasih atas kunjungannya… mudah-mudahan bermanfaat dan bisa terus menginspirasi agar tetap semangat menulis..

    Reply

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.