Mengenal Bebras, Perlombaan Berfikir

Konsep computational thinking diperkenalkan dan menjadi materi yang wajib dipelajari di sebagian belahan dunia. Hal ini karena manfaat dan dampaknya untuk generasi mendatang. Berbagai komunitas pendidikan, baik yang formal maupun non formal menyelenggarakan pendidikan computational thinking. Salah satu komunitas yang secara fokus memperkenalkan computational thinking ini adalah bebras. Kali ini kita akan mengenal bebras lebih jauh, dan sebuah kompetisi khas computational thinking yang diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya.

Mengenal Bebras, Komunitas Computational Thinking

Bebras berasal dari bahasa Lithuania yang berarti berang-berang. Penggunaan bahasa Lithuania ini karena negara tersebutlah yang menjadi pencetus awal dari komunitas ini. Seiring waktu, Bebras lantas menjadi pioner dalam penyelenggaraan pelatihan computational thinking yang terselenggara secara ekstrakurikuler. Hingga kini berbagai negara sudah menjadi anggota yang secara aktif berkontribusi dalam proses pendidikan computational thinking.

Pada tahun 2016, Bebras mengundang Indonesia untuk menjadi salah satu negara observer pada kegiatan workshop International Bebras di Bodrum Turki. Indonesia kemudian mengirimkan seorang pakar informatika, Dr. Inggriani liem dan salah seorang staf di direktorat pembinaan SMA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Soripada Harahap. Usai kegiatan ini Indonesia pun secara resmi menjadi salah satu anggota bebras dan aktif dalam mengelola pendidikan computational thinking di Indonesia.

Situs Resmi Bebras : Link Website Bebras

Bebras Challenge, Kompetisi Berfikir khas Computational Thinking

November 2016, Indonesia secara resmi menyelenggarakan Bebras Challenge, yaitu sebuah kompetisi khas computational thinking. Bebras Challenge atau tantangan bebras dalam bahasa Indoensia ini adalah sebuah perlombaan yang bukan bertujuan untuk hanya sekedar mencari pemenang, akan tetapi salah satu cara yang untuk memperkenalkan dan melatih proses berfikir secara komputasi, baik selama ataupun setelah perlombaan. Sampai saat ini, Bebras Challenge telah terlaksana terakhir pada bulan Desember tahun 2020.

Berbras Indonesia menggandeng beberapa unviversitas untuk menjadi poros pendidikan dan pelatihan Computational Thinking. Poros yang kemudian dikenal dengan sebutan biro ini bertugas untuk mengelola dan melatih konsep computational thinking pada setiap sekolah yang terdaftar dan berada di wilayahnya. Salah satu tugas dari biro ini adalah sebagai penyelenggara tantangan bebras di wilayahnya masing-masing.

Poster tantangan bebras

Selain kompetisi bagi para siswa dari mulai SD sampai SMA, Bebras juga sering mengadakan pelatihan untuk para guru. Sehingga menjadi salah satu tujuan dari bebras ini adalah untuk memperkenalkan informatika tidak hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai ilmu yang menjadikan pengalaman menggunakan teknologi terasa lebih menyenangkan dan bernilai. Selain tentu saja menjadikan konsep computational thinking sebagai salah satu metode untuk problem solving yang tentunya sangat penting untuk menghadapi masa depan.

Baca Juga : Problem Solving, Manfaat dari Computational Thinking

Demikian informasi seputar mengenal bebras, semoga bermanfaat.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *