Memoar Pramuka #9 : Perjalanan Menjadi Pemimpin

Dalam Pramuka kita mengenal istilah satuan, merujuk pada bagian-bagian terkecil dalam komunitas gerakan Pramuka. Begitupun di golongan Penggalang, setingkat SD kami sudah terbiasa dengan sistem organisasi khas satuan Pramuka. Pembiasaan berorganisasi adalah konsep melatih dan mencetak pemimpin.

Setelah pelantikan Ramu silam, saya baru mengetahui struktur lengkap satuan Pramuka. Secara umum, mulai dari regu, gugus depan, kwartir ranting sampai kwartir pusat. Struktur ini kami kenal dan pelajari untuk bisa bertindak sesuai dengan posisi masing-masing.

Saya pernah merasakan menjadi seorang anak bawang (istilah tidak resmi dari calon anggota Penggalang), menjadi anggota regu, menjadi pemimpin regu (pinru), dan menjadi Pratama (Pemimpin di tingkat Gugus Depan). Sampai saat, kepercayaan pembina menjadikan saya menjadi seorang pemimpin saya anggap itu sebagai anugerah yang luar biasa. Mengap demikian ? sebab dari sanalah bermula perjalanan-perjalanan lain yang luar biasa.

Pratama sebelum saya adalah Utar untuk pratama putra dan Desi untuk pratama putri. Mereka berdua adalah kakak kelas yang baik yang seringkali saya terinspirasi dengan kinerja mereka. Meski jarang ngobrol (karena saya agak introvert.. hehe), tapi saya menyimak betul setiap kegiatan yang mereka pimpin.

Keterampilan Pemimpin yang Terlatih

Baris berbaris adalah satu dari sekian keterampilan yang saya sukai dari Pramuka. Pernah beberapa kali mengikuti perlombaan dan beberapa kali juga menjadi pemimpin pasukan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran, bagaimana caranya mengkoordinasi sebuah organisasi (Pasukan) dengan sedikit bicara.

Akhir-akhir ini saya baru terfikir, seorang komandan dia akan dipatuhi pasukan, hanya kalau dia layak, dan kelayakan itu dinilai pertama kali dari penampilan. Baik saya mengakui, kalau pada saat itu, saya sebenarnya urakan dan jauh dari kesan rapi. Tapi dari Kak Agun sendiri seperti melihat potensi itu dan menjadikan saya sebagai seorang pemimpin.

Pramuka betul-betul memperhatikan potensi kepemimpinan pada setiap anggotanya . Makanya Pramuka menyelenggarakan pelatihan yang secara khusus ditujukan untuk para anggota yang berpotensi menjadi pemimpin. Gladian Pimpinan terdiri dari dua jenis, yaitu Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) yang ditujukan untuk Pratama, dan Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) yang ditujukan untuk pimpinan regu. Sayangnya sepanjang perjalanan saya di Penggalang, saya belum pernah mengikuti Gladian Pimpinan (Agak kudet.. heu)

Setelah pelantikan kecakapan tingkat Rakit, kegiatan Pramuka ini saya putuskan berakhir di tingkat SD saja. Saya berencana untuk tidak melanjutkan Pramuka di jenjang SMP dan lebih memilih tantangan baru di OSIS.

<<Selengkapnya>>

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *