Akhirnya, saya putuskan untuk ikut acara camping ini sampai akhir. Kenapa saya berubah pikiran ? baik, pertama, saya menemukan sisi positifnya. Ternyata tidak seburuk yang dibayangkan, saya punya teman baru, yang notabene kakak kelas, ya meski sebagian diantaranya suka nyuruh-nyuruh aja. Kedua, ini adalah titik awal, harus terlihat keren, gak boleh cengeng, dan harus menghargai keputusan orang tua ngasih izin. Dan, ketiga yang paling penting, saya takut pulang malam sendiri.

oke, jadi malam ini saya putuskan untuk melanjutkan acara camping dengan berbagai kondisi yang ada.toh gak buruk-buruk amat, kenyataannya, acara bakar-bakaran ternyata ada ! horeee..

Giat Malam : Api Unggun

Memang kegiatan untuk membuat perapian ini bisa menjadi momen yang menyenangkan. Bagaimana tidak, dalam kondisi suhu yang mulai mendingin, rasa jenuh yang menerpa, dan sebagai sarana aktifitas tata krama yang akan menambah keakraban satu sama lain. Api Unggun adalah aktifitas giat malam yang seringkali ada dalam kegiatan perkemahan Pramuka.

Filosofinya adalah api merupakan ciptaan Allah yang sangat begitu bermanfaat bagi manusia. Banyak hal bisa dikerjakan dengan keberadaan api ini, mulai dari memasak, menghangatkan badan, mengusir hewan liar, dan hal bermanfaat lainnya. Meski demikian, api tetaplah benda panas yang memiliki sisi buruk, kehadirannya bisa membakar, dan bisa memusnahkan, tidak sedikit berbagai musibah dan bencana yang melibatkan api.

Oleh karena itu, penting bagi seorang anggota Pramuka untuk memahami dan bisa mengendalikan diri saat sedang berhadapan dengan api. Jangan sampai lupa diri, yang malah akan mengakibatkan kerugian. Maka Pramuka membingkai giat malam api unggun ini dengan serangkaian acara formal dan seremonial yang tetap berkesan.

Selepas acara formal dan seremoni lainnya, kami mengisi waktu bertata krama, atau sekedar menunjukan kepiawaian masing-masing dari setiap regu, dan seperti biasa karena kami anak bawang, ya kami hanya nonton saja. nasib.

Tidak terasa waktu sudah larut malam, kak agun sudah memerintahkan kami untuk tidur. Satu hal yang mengganggu saya sewaktu menjelang tidur, sampai dipaksa terpejam pun sangat susah sekali. Hal yang menakutkan itu adalah foto presiden yang seakan-akan terus menatap saya, “Maaf bu Mega, saya takut..”

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.