Penerimaan Calon Penegak Bantara adalah kegiatan kami selanjutnya setelah Penerimaan Tamu Ambalan selesai dilaksanakan. Calon penegak bantara adalah status kami yang langsung mengikuti proses persiapan dan pelatihan kecakapan Bantara.

Golongan penegak memiliki dua tingkat kecakapan umum, yaitu Bantara dan Laksana. Sebagai anggota penegak baru kami di programkan untuk langsung mendapatkan kecakapan umum Bantara. Calon Bantara ini kemudian disingkat menjadi Caba yang juga digunakan sebagai bentuk panggilan pada kami.

Pendidikan Khusus Calon Bantara

Pendidikan dan pengisian SKU (Syarat Kecakapan Umum) menjadi agenda kami sehari-hari. Uniknya (dan lagi-lagi ini adalah adat) SKU yang ada harus disalin dan ditulis tangan kedalam buku catatan. SKU adalah syarat bagi setiap anggota pramuka untuk memperoleh kenaikan tingkat kecakapan pada satu golongan tertentu.

Berbeda dengan penggalang yang memiliki peran dominan, dalam golongan penegak peran pembina tidak begitu signifikan dalam aktifitas latihan harian. Pembina memiliki peran lebih dalam aktifitas pembinaan struktur dan sebagai penyampai arahan-arahan dari sekolah.

Peran harian dan penyampaian materi lebih diserahkan kepada pengurus dewan ambalan (DA). Dewan Ambalan memiliki struktur pengurus yang lengkap, mulai dari struktur teras, struktur lapangan, sampai ke penanggung jawab adat.

Struktur pengurus Dewan Ambalan, mulai dari Pradana, Krani, Juang, Judat (Juru Adat), LitBang (Penelitian dan pengembangan) serta LitEv (Penelitian dan Evaluasi). Sementara diatasnya (anggota senior) ada Dewan kehormatan (DK). Sementara kami, para Caba, menjadi anggota calon penegak yang masih harus berlatih dan beradaptasi dengan segala sistem di golongan penegak ini.

Pada saat itu, saya bersama dengan beberapa orang yang bertahan sampai selesai menjalani program caba. Perjuangan bertahan di Pramuka ini memang tidaklah mudah, seringkali kami dihantui dengan rasa bosan, tergoda kegiatan lain yang menyenangkan, dan hal lainnya. Proses ini kami lalui dengan sesekali mengadakan acara di luar kegiatan pramuka, yang sampai sekarang amat berkesan. Proses inilah yang lantas menjadikan kami keluarga.

Aktifitas-aktiftas seperti masak bareng, nonton bareng, atau sekedar nongkrong di pelataran mesjid bareng adalah aktifitas lain yang sering kami lakukan untuk membangun keakraban ditengah pelatihan Pramuka. Sehingga menjadi kenangan yang tak terlupakan saat menunggu waktu latihan tiba, kami suka masak mie instan bareng, sambil lomba makan cabe rawit, dan menonton video siksa kubur. Dewasa banget. haha..

<<Selengkapnya>>

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.