Memoar Pramuka #2 : Anak Bawang

“lamun aya nanaon, uih we.. tong maksakeun (kalau ada apa-apa, pulang aja.. jangan maksain).” Itu pesan dari ibu sewaktu saya pamit mau ikut camping di sekolah. sepenggal kalimat itu sudah cukup bagi saya untuk membulatkan tekad agar segera pulang. Pramuka memang sesuatu hal yang menarik bagi saya pribadi, saya pernah ikut kegiatan latihannya beberapa kali dan jujur saja saya terkesan dan tertarik dengan Pramuka ini. Apa lagi kalau Kak Agun sudah mulai nyanyi lagu-lagu pramuka, wah seru !

Tapi malam ini kondisi tidak sesuai harapan. Kepesertaan kami seperti tidak dianggap, saya memutuskan untuk memberanikan diri untuk izin agar pulang lebih cepat.

“tapi ini kan baru Maghrib, baru 4 jam sejak saya pamit dari rumah.. terus alasannya apa ? sakit ? tapi da nggak ada yang kerasa..” saya melamun selepas sholat maghrib, memikirkan cara dan alibi agar bisa dapat izin pulang. Disisi lain, kayaknya bakal malu juga sih sama orang tua, udah bela-belain minta izin setengah maksa biar ikut camping eh ujung-ujungnya pulang juga. lamunan itu terus berlanjut sambil sesekali pura-pura bahagia ketika ngobrol dengan teman-teman yang lainnya. haha, sedih bat.

Golongan dalam Pramuka

jadi usut punya usut, ternyata acara camping yang saya ikuti itu adalah acara pelantikan kakak kelas saya. sekedar informasi, Pramuka di bedakan menjadi beberapa golongan sesuai tingkat usia. Totalnya ada 5 golongan,

1. Golongan Siaga, biasanya mulai di perkenalkan sejak TK dan SD di kelas 1-3. Saya tidak mengikuti golongan siaga ini, karena saya ‘ehm’ tidak ikut TK. Golongan siaga ini memiliki 2 tingkatan, yaitu tingkat mula, bantu, dan tata. Beberapa teman saya ada yang aktif di siaga.

2. Di tingkat SD, Pramuka mulai memasuki golongan penggalang. dari rentang usia 10-15 tahun, mulai dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP. Penggalang memiliki 3 tingkatan yaitu, ramu, rakit dan terap.

3. Selanjutnya adalah Penegak, anggota pramuka yang berusia 16-20 tahun masuk kedalam golongan ini. Perkiraan dari mulai SMA sampai kuliah tingkat awal, biasanya masih aktif di golongan ini. Tingkatan bagi penegak ini ada dua, yaitu Bantara dan Laksana.

4. Anggota pramuka yang sudah di anggap dewasa, yaitu golongan Pandega. mulai dari usia 21-25 (atau lebih ya ? saya agak lupa). biasanya di ikuti oleh anggota dewasa yang sudah mulai aktif di masyarakat sebagai warga negara, baik melalui racana, satuan karya, atau dewan kerja-nya. Pandega hanya memiliki 1 tingkatan yaitu Pandega.

5. Golongan Pembina, yaitu anggota pramuka dewasa yang dianggap sudah mampu dan layak untuk membina satu pangkalan atau gugus depan. Pembina memiliki lisensi dari Organisasi Pramuka, sehingga rentang usia bisa bervariatif dan tak terhingga.

Satu hal yang unik dari keanggotaan Pramuka ini adalah, setua apapun kita, panggilannya tetap “Kak..” (berasa awet muda..)

Kembali ke cerita, jadi acara camping yang sedang saya ikuti ini sebenarnya adalah pelantikan dalam golongan penggalang. Lah saya yang tadinya bukan siapa-siapa, belum pernah latihan pramuka, tiba-tiba ikut camping.. otomatis bingung-lah kak agun.. akhirnya jadilah kami sebagai Anak Bawang.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *