Berbeda dengan Jambore Daerah, persiapan untuk menghadapi Jambore Nasional lebih di pusatkan Kwartir Cabang. Sehingga dalam satu bulan, sebanyak 2 kali kami wajib mengikuti latihan di hari minggu dari pagi sampai sore. Latihan yang bertujuan untuk menambah skill kepramukaan kami, menambah pengalaman, dan menambah keakraban di antara kami. Alhasil, saya menjadi jauh lebih siap untuk menghadapi perhelatan terbesar di Indonesia ini.

Pernah suatu hari, kami berkumpul dan melakukan latihan bersama di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas. Pada hari itu bergabung pula dengan kami perwakilan dari kontingen Sukabumi untuk melakukan latihan bersama. Sesuai agenda pada hari itu kami akan melakukan kegiatan hiking ke Gunung Gede, tujuannya untuk mengukur ketangguhan fisik kami.

Kami mulai berangkat untuk mendaki Gunung Gede dengan ketentuan pada batas waktu tertentu kami harus segera berkumpul kembali. Jadi dalam kurun waktu tersebut kami harus melaporkan titik terjauh kami ke pembina masing-masing. Yang mencengangkan adalah, titik terjauh dari kontingen Sukabumi itu adalah tanjakan setan !

Tanjakan setan adalah titik terdekat dengan puncak Gunung Gede atau 3 kali lipat dari titik terjauh yang bisa kami capai pada hari itu. Dan yang lebih mengesankan adalah kontingen dari Sukabumi ini adalah kontingen berkebutuhan khusus.

Jadi ini adalah pengalaman kedua saya berinteraksi dengan mereka yang memiliki kelebihan yang luar biasa. Ya, secara sadar saya menggunakan diksi yang berbeda kali ini dibandingkan dengan pengalaman pertama. Penyebabnya adalah karena memang mereka luar biasa. Bayangkan saja kami dua kali berpapasan pada saat pendakian itu, yang pertama saat naik dan yang kedua saat turun, dan keduanya dilakukan dalam keadaan berlari ! ckck..

Bukan sekedar Peserta Jambore Nasional

Pelaksanaan Jambore Nasional tahun 2006 bertempat di Jatinangor Sumedang, wilayah Kwartir Daerah Jawa Barat. Secara otomatis menjadikan kami, kontingen Cianjur sebagai bagian dari tuan rumah yang harus menyiapkan penyambutan bagi rekan dari seluruh provinsi di Indonesia. Makanya, perwakilan dari setiap 3 regu putra dan 3 regu putri di undang untuk mengikuti seleksi Petugas Upacara Pembukaan dan Penutupan Jambore Nasional.

IPDN atau yang dulunya bernama STPDN adalah tempat kami mengikuti seleksi ini. Ini adalah pertama kalinya saya berhadapan dengan anggota pramuka dari kota lain dalam kondisi persaingan dan membuktikan bahwa saya harus lebih baik dari mereka.

<<Selengkapnya>>

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.