Sejujurnya saya agak kesulitan untuk beradaptasi dan berbaur dengan teman-teman satu pasukan yang berasal dari Kota Cianjur. Melihat kondisi yang agak jauh berbeda, membuat saya dan teman-teman yang “sama” dengan saya memilih untuk memisahkan diri. Tapi satu hal yang pasti, kami tetap bertekad untuk menjadi pasukan terbaik dalam partisipasi kegiatan Jambore Daerah tahun 2005 ini.

Tiba saatnya perhelatan Jambore Daerah dimulai, kami diantarkan dengan truk tentara melalui jalur jonggol ke Bumi Perkemahan Cikarang Bekasi. Pertama kali memasuki daerah Buper kami disuguhi suhu dan kondisi yang begitu panas. Saya yang notabene berasal dari kaki gunung Gunung Gede yang terkenal dingin, lagi-lagi merasa kesulitan untuk beradaptasi.

Jambore Daerah, Kami Sama !

Setelah sempat merasa minder dengan teman satu kontingen setelah perbedaan kondisi yang berbeda. Beda halnya dengan teman pertama dari luar kota di Jambore Daerah ini. Mohon maaf, lagi-lagi saya tidak terampil dalam mengingat nama, hanya saja teman baru saya satu ini amatlah spesial. Dia adalah tuan rumah, berasal dari Bekasi. Kami dipertemukan sesaat setelah upacara pembukaan dilaksanakan, dalam permainan besar. Satu hal yang berbeda dari teman saya yang satu ini adalah, beliau tunanetra.

“Maaf kak, saya awas..” Ucap teman saya ini dalam pertemuan pertama di permainan besar. Saya merasa kebingungan karena ini adalah pertama kalinya saya berinteraksi dengan teman difabilitas.

“boleh minta bantuannya kak ?” Beliau menatap saya untuk turut serta ikut permainan besar. Pada saat itu, dalam permainan besar ini kami ditugaskan untuk mencari teman dan bersama-sama menaiki tangga panggung dan berkumpul disana.

“Baik.. kita bareng ya..” Saya mencoba untuk bersikap sebaik mungkin, dengan merangkul tangannya, kami berjalan perlahan menapak tangga. Sambil sesekali tersenyum dan tertawa bersama.

Sesampainya diatas panggung, kami bersama merayakan keberhasilan dengan mengangkat tangan bersama-sama tanda kami telah menyelesaikan tugas. Saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa, bukan karena berhasil menyelesaikan tantangan, tapi hal lain yang menyadarkan saya bawa kami sebenarnya sama.

Seusai pertemuan yang berkesan ini, saya kembali ke pasukan, bersiap untuk bergabung dengan semangat yang berbeda. Alhasil saya mulai bisa berbaur dengan semua teman pasukan, dan melanjutkan petualangan di Jambore Daerah ini.

<<Bersambung>>

<<Selengkapnya>>

Leave a comment

Sign in to post your comment or sign-up if you don't have any account.