Membangun Rasa Percaya Diri bagi Muslim

Sebagai seorang muslim dan manusia, kita harus meyakini sepenuh hati bahwa hidup ini adalah amanah. Allah mengkaruniakan kepada kita potensi-potensi untuk mengemban amanah tersebut. Jika amanah ini bisa tertunaikan dengan baik dan maksimal maka Allah menjanjikan kemenangan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Salah satu kunci agar amanah ini tertunaikan adalah bahwa setiap muslim harus memiliki rasa percaya diri. Berikut ini adalah tips membangun percaya diri bagi seorang muslim dalam mengemban amanah dan risalah-Nya. Khususnya dalam konteks berinteraksi di dunia digital.

Membangun Rasa Percaya Diri Bagi seorang Muslim

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang di percaya oleh Allah.

Pernahkah kamu berfikir “gak PD ah, emang siapa sih saya ?”, “Malu ah saya gak bisa apa-apa”, atau “bikin konten ini bener gak yaa..?”. Baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, perhatikan ayat berikut ini,

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al Baqoroh : 30)

Ini adalah satu dari sekian ayat yang menandakan bahwa kita adalah khalifah di muka bumi. Khalifah bisa berarti pengatur, pemimpin, atau pengelola. Lanjutan ayat tersebut lantas menceritakan bagaimana Nabi Adam belajar segala sesuatu tentang alam. Selain dari penunjukan dan pendelegasian amanah menjadi khalifah, Allah pun melengkapinya dengan kemampuan untuk belajar. Inilah potensi pertama yang dimiliki oleh manusia.

Baca Juga : Pentingnya menuntut ilmu bagi muslim

Potensi berikutnya adalah kesempurnaan yang ada dalam diri manusia. Manusia diciptakan dengan kondisi baik secara fisik maupun akal yang terbilang sempurna. Bandingkan dengan makhluk lain, tak ada satupun yang menyaingi kompleksitas kesempurnaan manusia. Namun kondisi ini lantas Allah peringatkan,

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (Q.S. At Tin : 4-6)

Sampai titik ini, mestinya kita mulai memiliki rasa percaya diri, karena Pertama Allah telah memberikan amanah khalifah di muka bumi pada kita sebagai muslim. Kedua, Allah pun telah memberikan berbagai potensi untuk kita. Dan yang Ketiga Allah memberikan arahan dan janji bagi siapa yang berbuat baik, maka baginya pahala yang tak terputus.

Islam adalah jalan yang benar

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (Q.S. Ali Imran : 19)

Orang-orang yang tidak percaya diri biasanya karena mereka tidak yakin bahwa mereka itu benar atau tidak. Nah sementara kita sebagai muslim, kita memiliki jaminan langsung dari Allah, bahwa kita itu di jalan yang benar. Logika sederhananya adalah tidak mungkin seseorang tidak percaya diri dengan sesuatu hal yang ia yakini bahwa itu benar.

Jadi kalau kita sudah di jalan yang benar dan terjamin benar lantas apa yang menyebabkan kita tidak percaya diri ?

Mungkin jika kita merasa tidak percaya diri hal ini karena kita sedang mengalami penurunan iman. Oleh karena itu, sebagai usaha untuk membangun rasa percaya diri dan untuk menguatkannya lagi, kita pun berdoa kepada Allah bahkan lebih dari 17 kali dalam sehari. Berikut doanya,

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Q.S. Al Fatihah : 6-7)

Mengemban misi mulia

Hal lain yang harus kita sadari adalah bahwa salah satu capaian hidup kita adalah menjadi yang terbaik. Menjadi diri yang terbaik dan menjadi bagian dari umat terbaik.

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Sebagian di antara mereka ada orang-orang yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (Q.S Ali Imran: 110)

Kita adalah umat terbaik, dengan segala potensi, karakter dan sifatnya. Menjadi yang terbaik mestinya menjadi sebuah kebanggaan sekaligus menjadi sebuah identitas yang melekat dimanapun ia berada. Saling mengingatkan, dan menasihati adalah karakter dari umat terbaik ini. Akan tetapi tidak berhenti disana, di dalam tubuh umat terbaik ini kita bisa menjadi orang terbaik.

Menjadi muslim terbaik dengan percaya diri

“Dari Jabir, ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Menjadi bagian dari umat terbaik yang berpotensi menjadi musiim terbaik adalah sebuah kemuliaan. Lantas apa yang menyebabkan kita tidak percaya diri ?

Baca Juga : Menjadi Insan yang bermanfaat

Perkuat dengan salimul akidah

Terakhir dalam potongan kecil nasihat tentang percaya diri ini adalah yakinlah bahwa Allah itu dekat, Maha Mendengar dan Maha Melihat. Segala sesuatu terpantau dan tercatat dengan baik oleh Allah, baik-buruk, benar-salah, semua ada balasannya. Jadi jangan berkecil hati dan ragu, karena setiap amalan kita disaksikan oleh Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Q.S. Fusshilat : 30)

Percaya dirilah dengan kebenaran yang telah Allah karuniakan kepada kita. Yang dengannya kita berikhtiar dengan segenap potensi yang kita miliki. Dan berharap balasan hanya pada Allah saja. Khususnya dalam dunia digital, salah satu nasihat yang amat penting dalam Al Quran adalah,

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah…” (QS. Al an ‘am : 116)

Kesimpulan

Usaha membangun rasa percaya diri adalah sebuah cerminan dari kuatnya keimanan kita sebagai seorang muslim. Karakter seorang muslim semestinya adalah dengan penuh kesadaran kita beraktifitas dengan penuh percaya diri. Khususnya dalam aktifitas di dunia digital, kita memiliki pijakan yang kokoh dalam jalan yang benar, yang akhirnya kita akan selamat dunia dan akhirat.

Demikian nasihat untuk diri ini, dan juga untuk para santri khususnya kelas 9 E, SMP IT Baitul Ilmi tahun 2020-2021. Semoga bermanfaat.

(Catatan ini adalah materi pembinaan wali kelas untuk kelas 9 E dalam program bina pribadi Ramadhan )

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *