Jenis-jenis Enkripsi Jaringan Internet

Teknologi kriptografi telah berkembang sejak masa peradaban Romawi ribuan tahun silam. Sejak itu pula teknologi enkripsi mengalami perkembangan. Pada sistem komputer, khususnya sistem jaringan internet, berikut ini adalah jenis-jenis Enkripsi Jaringan Internet.

Jenis-jenis Enkripsi

Enkripsi adalah sistem penyandian atau pengonversian sebuah pesan menjadi kode rumit sehingga tidak akan terbaca oleh pihak yang tidak tepat. Teknologi enkripsi menjadi sebuah fasilitas yang penting bagi pengguna internet. Khususnya di era keterbukaan informasi seperti ini, enkripsi menjadi salah satu cara untuk merahasiakan data dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga : Pengertian dan Proses Enkripsi

Berikut ini jenis-jenis enkripsi, diantaranya adalah,

Enkripsi Simetris

Jenis enkripsi ini memungkinkan pengamanan data dan informasi dengan sistem kata kunci yang sama yang di milki oleh pengirim dan penerima. Hal ini memungkinkan proses enkripsi dan deskripsi menggunakan 1 kunci yang sama.

Konsep Enkripsi simetris ini terbilang sederhana dibandingkan dengan konsep jenis enkripsi lainnya. Akan tetapi, meskipun terbilang di bangun dengan konsep yang sederhana, enkripsi simetris ini terbukti sangat kuat dan ampuh untuk melakukan pengamanan data pada jaringan internet.

Selain kekuatan pengamanan yang cukup ampuh, kelebihan yang di miliki oleh enkripsi simetris ini adalah kecepatan akibat dari penggunaan daya komputasi yang lebih ringan. Sehingga secara umum, jenis enkripsi simetris ini masih menjadi pilihan terbaik untuk penggunaan standar di dunia Internet.

Contoh sistem enkripsi yang menggunakan konsep jenis enkripsi simetris ini adalah, DES (Data Encryption Standard), 3DES atau TDEA (Triple Data Encryption Alghoritm), dan AES (Advances Encryption System)

Enkripsi Asimetris

Jika pada jenis simetris hanya membutuhkan 1 kunci baik pada proses enkripsi maupun pada proses deskripsi, beda halnya pada jenis enkripsi asimeris. Enkripsi asimetris membutuhkan banyak kunci pada proses enkripsi dan deskripsi. Terdapat dua kunci, yaitu Public Key dan Private Key.

Dengan konsep yang terbilang rumit, enkripsi asimetris ini menawarkan kekuatan pengamanan data yang sangat handal. Salah satu percobaan penguraian enkripsi asimetris contohnya, membutuhkan setidaknya 1500 tahun proses komputasi dengan ratusan komputer yang terlibat.

Namun dengan kekuatan pengamanan yang handal tersebut menjadikan sistem enkripsi asimetris ini membutuhkan daya dan sistem komputasi yang besar. Akhirnya, kecepatan pembacaan data akan menurun dan menjadi lebih lambat di bandingkan dengan enkripsi simetris.

Contoh sistem enkripsi yang menggunakan konsep jenis enkripsi simetris ini adalah,RSA, Diffie-Hellman, ECC, El Gamal, dan DSA.

Demikian, semoga bermanfaat.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *