Content Creator Academy PKS 2021, Sebuah Tantangan

Pelatihan Content Creator Academy 2021 secara resmi dimulai sejak hari Sabtu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PKS Muda. Saya bersemangat untuk mengikuti berbagai sesi pelatihan yang diselenggarakan, meskipun ketika Grand Opening-nya saya absen karena sedang mengajar. Bagi saya ini adalah sebuah kesempatan untuk melakukan peningkatan skill dan kompetensi di bidang media sosial.

Berbicara tentang medsos, pertama kali saya mengenal dunia medsos itu terjadi pada tahun 2009. Sebenarnya, sebelumnya saya sudah mengenal friendster, sayangnya saya tidak tertarik untuk mendalaminya lebih jauh. Facebook adalah medsos yang pada saat itu mulai booming. Demi sebuah status terkadang saya rela membayar warnet untuk beberapa jam. Ya, dan warnet pada saat itu masih terbilang mahal. Kemudian setelah itu berangsur-angsur saya mengenal twitter, instagram, dan medsos-medsos lainnya. Termasuk sekitar tahun 2009-2010 saya baru mengenal aktifitas blogging.

Awalnya niat mengakses media sosial hanya sekedar sarana untuk curhat, sarana untuk mengekspresikan emosi, sebuah sarana bagi saya yang merasa introvert sangat cocok. Sehingga pada saat itu, saya tidak melakukan optimasi apapun.

Content Creator Academy, Maksimalisasi Dakwah

Akhir-akhir ini saya merasakan bahwa efektifitas Media Sosial terus meningkat untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Hal ini karena secara Tiba-tiba kita memasuki kondisi pandemik. Sebuah kondisi yang memaksa sistem pendidikan kita dilakukan secara online. Hal ini mengakibatkan penggunaan gadget dikalangan pelajar meningkat tajam. Dan sebagaimana yang kita ketahui, menggunakan gadget itu sama saja dengan membuka lebar pintu akses ke media sosial.

Kenyataannya, bangsa kita belum dewasa untuk menghadapi berbagai konten yang masif beredar di Media Sosial. Masih banyak beredar konten-konten hoax, disinformasi, menyesatkan, dan provokatif. Tidak menunggu lama, banyak hal-hal negatif bermunculan diakibatkan penggunaan medsos yang melonjak secara drastis. Tidak ada lagi pembatasan waktu penggunaan gadget dan pengaksesan medsos. Sementara itu konten-konten semakin berkembang dan tersebar secara masif.

Maka sebagai seorang muslim, da’i, dan apalagi seorang guru yang bertugas mengajarkan kepada para remaja ini, memikiran bagaimana caranya mengendalikan aktiftas medsos ini. Tentu cara-cara konvensional tidak lagi tepat dilakukan, jika hanya dengan anjuran, pembatasan waktu, atau penugasan. Maka hal yang paling efektif adalah kita pastikan konten-konten yang muncul di beranda mereka adalah konten yang positif dan bermakna.

Lalu siapa yang bertugas membuat konten-konten itu ? kita lah orang nya. Siapapun kita, remaja milenial kah, guru kah, dokter, da’i, influencer, politisi, penegak hukum, pedagang online, dan semuanya, wajib menjadi pembuat konten yang bernilai positif dan menginspirasi. Termasuk saya dalam hal ini sebagai peserta Content Creator Academy.

Saya mengapresiasi iniasi dari kepolisian republik Indonesia yang melahirkan Polisi Cyber untuk mengamankan konten-konten bermuatan negatif. Tinggal kita sebagai warga dan sebagai netizen dari Indonesia memberikan sumbangsih positif dengan menghadirkan konten-konten berkualitas secara masif.

Kita sudahi era Buzzer yang merusak sistem demokrasi kita. Mari kita perbaiki adab netizen Indonesia yang dianggap oleh Microsoft sebagai warga internet terburuk di dunia. Kita berantas berbagai opini-opini menyesatkan dan menyimpang yang bisa merusakan kebudayaan Negara kita. Inilah Dakwah 4.0 !

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

2 Comments

  1. Maret 7, 2021
    Reply

    Menjadi seorang konten kreator/penulis tentu saja tidak mudah ya kang selain fasilitas dan ilmu yang kita miliki dapat berguna untuk semua orang. terimakasih atas informasinya kang. salam.

    • kanghadad
      Maret 8, 2021
      Reply

      Betul sekali.. makanya saya ikut kegiatan ini harapan kedepannya mudah bikin konten… salam, terima kasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *