Bentuk Kolaborasi

Setiap kolaborasi pasti memiliki tujuan yang sama. Hal ini berdasarkan kesamaan cara pandang, pola pikir, bidang pekerjaan, atau bahkan hobi. Sehingga kita bisa membedakan beberapa bentuk kolaborasi yang berbeda berdasarkan cara pembentukan dan tujuan kolaborasi. Berikut ini adalah beberapa bentuk kolaborasi, yaitu sebagai berikut.

Kolaborasi Tim

Kolaborasi tim adalah kolaborasi yang terjadi dalam satu bidang pekerjaan yang sama. Pembentukan tim bisa berdasarkan tugas atau proyek yang sedang dikerjakan agar memperoleh hasil yang maksimal.

Kolaborasi tim biasanya memiliki struktur yang lebih baku dibandingkan dengan bentuk kolaborasi-kolaborasi lainnya. Hal ini terlihat dari adanya panduan, batasan waktu, batasan dan pembagian tugas, anggaran, target dan sasaran.

Contoh kolaborasi tim, OSIS sedang merencanakan untuk menyelenggarakan aktivitas class meeting di akhir semester 1 ini. Kemudian, Pembina dan Pengurus OSIS menetapkan panitia pelaksana yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, koordinator acara dan lapangan, koordinator peralatan, koordinator keamanan dan kesehatan, serta koordinator humas.

Perhatikan, meski OSIS sebagai telah ada sebagai organisasi induk para siswa di sekolah, untuk momen-momen tertentu, OSIS tetap membentuk panitia khusus. Hal ini bertujuan agar pengurus OSIS yang ditugaskan bisa lebih fokus dan maksimal dalam menyelenggarakan kegiatan class meeting. Maka disini panitia pelaksana adalah contoh dari kolaborasi tim.

Kolaborasi Komunitas

Kolaborasi komunitas adalah bentuk kolaborasi  berdasarkan kesamaan minat dan ketertarikan dalam satu bidang tertentu. Pembentukan kolaborasi ini adalah sebagai media untuk mengembangkan bidang yang menjadi ketertarikan bersama. Hal lain yang membedakan kolaborasi komunitas dan kolaborasi tim adalah bagaimana interaksi yang terjadi.  Dalam kolaborasi komunitas memiliki tujuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan untuk pembelajaran, bukan untuk menyelesaikan proyek tertentu atau untuk tujuan komersil semata.

Bentuk kolaborasi komunitas ini tidak baku dan tidak memiliki struktur keanggotaan yang tetap. Akan tetapi, anggota yang dianggap lebih paham, berpengalaman, atau yang memberikan kontribusi pengetahuan lebih besar kepada komunitas akan mempunyai kekuatan dan pengaruh yang lebih besar.

Contoh kolaborasi komunitas, misalnya kamu adalah seorang gamer atau orang yang memiliki kesukaan pada game dan perkembangannya. Kolaborasi komunitas untuk gamer bisa kamu temukan di grup-grup yang beredar di facebook atau telegram. Melalui grup ini kamu bisa melakukan diskusi dengan mengajukan dan menjawab pertanyaan yang beredar di sana. Sesekali mungkin kamu bisa juga bermain game bersama.

Perhatikan keberadaan grup dan diskusi yang terjadi di dalamnya. Kamu bisa menemukan berbagai bentuk komunikasi yang khas seperti berbagai pengalaman, tips dan trik, solusi atau troubleshoot, atau sekedar bercanda. Yang menjadi tujuan bersama melalui grup ini dan komunikasi di dalamnya adalah peningkatan pengetahuan dan skill pada bidang tersebut.

Kolaborasi Jaringan

Kolaborasi Jaringan adalah kolaborasi berdasarkan ikatan yang sudah terjadi sebelumnya. Jaringan tersebut bisa berdasarkan berbagai ikatan seperti keluarga, almamater pendidikan, bidang pekerjaan, pertemanan, atau kesamaan kepentingan.

Komunikasi dalam kolaborasi jaringan memiliki karakter yang lebih bebas dan cenderung tidak terbatas. Meski demikian, bentuk kolaborasi ini pun tetap memiliki tujuan bersama. Salah satu tujuan dari kolaborasi jaringan ini adalah mempererat tali silaturahmi dan berbagai tujuan lain yang mungkin  akan saling menguntungkan, seperti promosi dan sebagainya.

Contoh kolaborasi jaringan, sebagai siswa yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar selama 6 tahun tentu kamu memiliki berbagai kesan dan kisah. Sebagai pengobat rasa rindu dengan teman-teman di SD dulu, kamu bisa membuat grup Whatsapp beranggotakan teman satu kelas yang dulu pernah bersama.

Di dalam grup itu mungkin terjadi berbagai komunikasi baik yang jelas dan serius atau hanya sekedar menyapa dan bercanda. Terkadang terjadi perang stiker antar sesama anggota grup untuk sekedar seru-seruan, diskusi pengalaman dan tugas di sekolahnya kini, atau sekedar menanyakan kabar dan kondisi guru dan sekolahnya yang dulu.

Perhatikan bahwa tujuan dari kolaborasi jaringan pada contoh tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi dan pengobat rasa rindu, selain pemanfaatan oleh masing-masing anggota lainnya.

Baca Juga : Pengertian Kolaborasi

Demikian informasi terkait bentuk kolaborasi ini, semoga bermanfaat.

kanghadad Written by:

Guru Informatika di SMP IT Baitul Ilmi, Content Creator, Praktisi IT dan Penulis

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *