Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #28 : Ujung tapi Bukan Akhir, Sayonara

Pada akhirnya inilah ujung dari kisah Pramuka yang saya ikuti sejak tahun 2001 silam. Perjalanan selama 9 tahun memang perjalanan yang terbilang pendek. Akan tetapi, makna dan dampaknya sangat besar sekali terasa di sepanjang kehidupan. Maka sebagai bentuk penghormatan terhadap organisasi yang pernah saya geluti ini, mesekipun ini adalah ujung tapi bukan akhir dari Pramuka yang telah hidup dihati saya. Sayonara. Pramuka memang seringkali dibenturkan oleh berbagai pihak, mulai dari pemahaman yang dianggap diambil dari referensi asing yaitu seorang sir Baden Powell, aktifitas api unggun yang dianggap ritual syirik, jurit malam yang dianggap sebagai ajang peloncoan, dan tentu saja citra…

Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #27 : Dewan Kehormatan

Setelah perjalanan yang berkesan itu, maka kami pun dinyatakan resmi menyandang kecakapan tingkat Laksana. Sekaligus menandai bahwa kami telah hampir mendekati ujung perjalanan dalam ambalan Iskandar Muda - RA Kartini ini. Kepengurusan sebagai Dewan Ambalan selama satu tahun pun akan segera usai. Selepas kepengurusan Dewan Ambalan ini, kami akan beranjak ke jenjang berikutnya yaitu Dewan Kehormatan. DK atau Dewan Kehormatan ini adalah status yang disematkan pada anggota Pramuka yang mulai di pasifkan. Hal ini dikarenakan kami sudah menginjak kelas 3 yang sudah mulai harus fokus menghadapi Ujian Nasional. Jadi dalam kegiatan-kegiatan reguler, peran kami sudah mulai dikurangi. Dewan Kehormatan, Anggota…

Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #26 : Perjalanan Laksana

Kecakapan umum pada golongan penegak terdiri dari dua tingkatan yaitu Bantara dan Laksana. Kedua tingkatan kecakapan umum ini adalah tanda dan bentuk penyiapan lain agar karakter menjadi semakin dewasa. Setelah pelantikan Bantara, kami dihadapkan pada pelantikan khas ambalan untuk kecakapan Laksana. Kami menyebutnya, perjalanan Laksana. Tugas untuk melaksanakan ujian kenaikan kecakapan umum tingkat Laksana ini hanya berselang beberapa bulan setelah kami dilantik dan dikukuhkan sebagai pengurus Dewan Ambalan. Salah satu ujian poin yang diujikan dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah melakukan perjalanan selama 3 hari dengan berjalan kaki. Dapat melakukan pengembaraan selama 3 hari dan atau mengatur kehidupan perkemahan selama…

Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #25 : Pelantikan Penegak Bantara

Hampir 10 bulan kami menyandang status sebagai calon penegak bantara dan tibalah kini saatnya pelantikan. Entah ini adalah pelantikan yang ke berapa yang saya ikuti, di Pramuka saja mungkin sudah hampir 6 kali, belum di ekstrakurikuler lain. Komsep dan format pelantikan tidak jauh berbeda, hal ini menjadikan saya sudah tidak terlalu kaget dengan berbagai acara pelantikan.Yang jelas pelantikan selalu saya maknai sebagai peralihan, begitupun kali ini. Dengan selesainya pelantikan bantara ini, maka kami secara sah sudah menjadi anggota Pramuka Golongan Penegak. Peralihan ini adalah tantangan, karena atmosfer latihan Pramuka akan benar-benar berbeda. Tugas pertama kami sebagai anggota pramuka penegak adalah…

Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #24 : Pasukan Kuning Hijau Putih

Pada cerita sebelumnya, saya sudah menceritakan jika dunia Penegak dengan ambalan-nya itu adalah sebuah miniatur kehidupan dalam masyarakat. Kita akan berkenalan dengan berbagai aspek yang ada pada masyarakat, mulai dari tatanan sosial, karakter sikap, komunikasi, hingga adat istiadat. Setiap ambalan memiliki adat, dan setiap warga ambalan harus menghormatinya. Salah satu adat dalam Ambalan kami adalah penggunaan atribut berwarna kuning hijau putih bagi calon penegak bantara. Caba atau calon bantara adalah fase khusus bagi para calon penegak. Uniknya, yang menjadi tanda pengenal bagi kami adalah atribut berwarna kuning hijau dan putih yang tersemat di pundak kami. Ya, sebelum nantinya akan dipasang…

Memoar Pramuka

Memoar Pramuka #23 : Penerimaan Calon Penegak Bantara

Penerimaan Calon Penegak Bantara adalah kegiatan kami selanjutnya setelah Penerimaan Tamu Ambalan selesai dilaksanakan. Calon penegak bantara adalah status kami yang langsung mengikuti proses persiapan dan pelatihan kecakapan Bantara. Golongan penegak memiliki dua tingkat kecakapan umum, yaitu Bantara dan Laksana. Sebagai anggota penegak baru kami di programkan untuk langsung mendapatkan kecakapan umum Bantara. Calon Bantara ini kemudian disingkat menjadi Caba yang juga digunakan sebagai bentuk panggilan pada kami. Pendidikan Khusus Calon Bantara Pendidikan dan pengisian SKU (Syarat Kecakapan Umum) menjadi agenda kami sehari-hari. Uniknya (dan lagi-lagi ini adalah adat) SKU yang ada harus disalin dan ditulis tangan kedalam buku catatan.…