0%
Posted inMateri

Berkenalan dengan Computational Thinking

Pernahkah kamu makan bakso ? pasti pernah ya. Tapi pernahkah mencoba untuk memikirkan bagaimana bakso itu dibuat, langkah-langkahnya, cara cepat, sampai bagaimana caranya membuat bakso 100 porsi dalam waktu setengah jam ?

Berfikir ala komputer

Baik, sebelum kita lebih jauh berfikir tentang bakso, mari kita berkenalan dulu dengan sebuah istilah bernama Computational Thinking.

Computational Thinking adalah cara berpikir yang memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan pola dalam dan masalah tersebut, serta menyusun langkah-langkah solusi mengatasi masalah. 

Computational Thinking itu terdiri dari 2 kata, yaitu Compute atau komputasi atau cara berhitung, dan Think atau berfikir. Jadi sederhananya, Computational Thinking adalah teknik berfikir yang penuh perhitungan.

Berfikir

Fokus pembelajaran materi Computational Thinking adalah bagaimana cara kita mencari solusi untuk setiap permasalahan yang ada. Ya, manusia sepanjang hidupnya pasti selalu berhadapan dengan masalah, dan yakinlah bahwa setiap masalah itu pasti ada solusinya, tinggal bagaimana cara kita berikhtiar.

Didalam surat Al Insyirah, Allah SWT telah menjelaskan dan menggambarkan bagaimana kondisi manusia ketika sedang menghadapi masalah. Tapi satu hal yang harus kita yakini bahwa, “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Maka yang harus pertama kali kita lakukan ketika tertimpa masalah adalah kembalikan semuanya kepada Allah SWT. Allah SWT, berfirman

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

(QS. Al Baqarah : 156)

Begitulah sikap seorang muslim, senantiasa menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT. Mengakui diri sebagai makhluk yang tidak berdaya, dan tidak memiliki kuasa, sebagaimana pengertian istilah “muslim” yang artinya menyerahkan diri hanya pada Allah SWT.

Setelah itu bagaimana ? Barulah kita menggunakan potensi yang telah Allah berikan kepada kita melalui akal untuk berfikir, mencari solusi.

4 Tahapan Computational Thinking

4 Tahap Berfikir Computational Thinking

Dalam berifkir ala komputer, kita harus berfikir rapi dalam setiap tindakan dan aksi kita. Setiap langkah harus diperhitungkan, untung-rugi, cepat-lambat, baik-buruk, benar-salah dan sebagainya. Tidak boleh sembarangan dalam bertindak, karena setiap tindakan sekecil apapun pasti akan melahirkan konsekuensi.

Computational Thinking menuntut kita untuk berfikir dalam 4 tahap, yaitu

Decomposition

Yaitu tahap memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil. Setiap masalah yang terlihat besar, rumit dan pelik sebenarnya hanya masalah-masalah kecil yang menumpuk, jadi untuk menyelesaikannya kita harus mampu melihat terlebih dahulu masalah-masalah kecil yang menjadi penyebab membesarnya masalah tadi.

Contoh masalah, tahun ini kamu menerima nilai rapor yang rata-rata kecil. Otomatis orang tua kamu kecewa, akhirnya kamu dimarahi, uang jajan dikurangi, waktu main dipangkas, dan kamu harus terus belajar setiap waktu. Padahal sebenarnya kamu pinter dan waktu belajar pun sudah cukup.

Dari ilustrasi diatas, apakah kamu merasa bahwa itu adalah masalah besar ? iya, jika kita fokus pada kondisi saat itu. Tapi kalau kita pecah masalah ini, kira-kira seperti apa ya..

Maka kita bisa mulai dengan fokus pada penyebab, apa sih kebiasaan yang kamu lakukan akhir-akhir ini ? apa kebiasaan yang kamu lakukan satu bulan sebelum ujian ? kebiasaan selama 3 bulan sebelum ujian ? kebiasaan dalam 1 semester ? coba ditulis dan kamu akan menemukan penyebab kenapa masalah itu muncul.

Pattern Recognition

Tahap berikutnya adalah Pattern Recognition atau kemampuan mengenal pola. Masalah yang kita hadapi tidak mungkin hanya kita satu-satunya yang pernah merasakan, pasti ada orang lain yang pernah merasakan hal yang sama atau mungkin jauh lebih berat. Atau mungkin juga kita sebenarnya dulu pernah mengalami masalah yang sama. Nah tugas kita pada tahap ini adalah belajar dari orang lain atau belajar dari pengalaman untuk diterapkan pada permasalah kita saat ini.

Kembali ke contoh masalah nilai rapor tadi, kamu sudah memecah masalah dengan mengurai penyebab dari kenapa nilai rapor turun. Kamu sudah menulis berbagai kebiasaan yang sering kamu lakukan dalam beberapa waktu terakhir, sekarang kita akan mengenal polanya.

Dari berbagai kebiasaan tersebut, kamu coba pisahkan kebiasaan mana yang buruk dan kebiasaan mana yang baik. Bagaimana cara membedakannya, bisa kamu tanyakan ke orang yang lebih paham bisa orang tua, guru, kakak, atau siapa pun yang dianggap lebih dewasa. Atau bisa jadi dari pengalaman kamu ketika dulu melakukan hal tersebut, misal dulu kamu pernah ada yang menegur, memarahi, kecewa, atau memusuhi karena tindakan kamu, berarti itu adalah kebiasaan yang buruk, begitupun sebaliknya.

Abstraksi

Tahap selanjutnya adalah kita akan fokus pada hal-hal penting saja, yang benar-benar mempengaruhi masalah itu. Seringkali, masalah yang kita hadapi itu malah semakin besar dan rumit ketika kita menambah hal-hal yang tidak perlu. Ketika kita ingin memecahkan masalah dengan solusi, maka fokus pada hal itu, jangan dulu memikirkan hal lain yang tidak perlu.

Dalam kasus nilai rapor tadi misalnya, ketika kamu sedang dihukum dikurangi uang jajan, jangan membuat masalah baru dengan sedih, galau, atau bahkan berhutang. Sekali lagi kamu harus fokus pada solusi dan perbaikan, toh kalaupun dikurangi berarti masih dikasih juga kan ? manfaatkan uang jajan yang ada dengan sebaik mungkin, ataupun kalau tidak dikasih sama sekali, selama dirumah masih ada makanan yang bisa dimakan, tidak apa-apa kan ?

Alghoritms

Tahap terakhir, barulah kita menyusun langkah-langkah terbaik dalam menentukan solusi. Algoritma adalah langkah-langkah penyelesaian masalah. Solusi harus disusun berdasarkan hal yang paling awal yang dibutuhkan untuk solusi-solusi berikutnya, yang bisa disegerakan, dan yang paling mendesak.

Tahapan terakhir pada contoh masalah nilai rapor tadi adalah mulai melaksanakan setiap solusi yang sudah ditemukan. Solusi yang paling awal dan harus disegerakan adalah meminta maaf pada orang tua karena telah mengecewakan mereka berdua. Penting bagi kita sebagai seorang muslim, untuk mengawali dan dalam beraktifitas apapun dalam keadaan di ridhoi oleh orang tua.

Selanjutnya, seiring dengan membaiknya hubungan dengan orang tua, segera laksanakan solusi yang lainnya yaitu mengurangi atau menghentikan kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan nilai rapor turun, dan yang lainnya. Sampai kapan kegiatan pencarian solusi ini berakhir, sampai kita yakin bahwa nilai rapor di semester berikutnya akan membaik.

Nah bagaimana dengan kasus bakso yang disebutkan diawal materi tadi ? Bagaimana cara membuat 100 porsi bakso dalam waktu setengah jam ?

Silahkan di isi di kolom komentar ya… 😀


Tinggalkan Balasan